Sumatera

Peta Pulau Sumatera
Pulau Sumatera
Pulau Sumatera mempunyai arti pulau emas karena sejak dahulu sudah dikenal sebagai sumber emas. Para pedagang sejak dahulu mengenal pulau Sumatera sebagai penghasil emas dan barang-barang lain yang diinginkan dalam perdagangan.

Beberapa catatan tentang Pulau Sumatera adalah sebagai berikut:
- Dalam bahasa Sansekerta disebut Pulau Percha, Andalas atau Suwarnadwipa yang memiliki arti pulai emas.
- Tercatat pada tahun 1286 pada prasasti Padang Roco terpahat swarnnabhūmi yang berarti pulau emas dalam bahasa Sansekerta.
- Dalam naskah  Negerakertagama pada abad ke empat belas Sumatera disebur sebagai bhūmi mālayu untuk pulau Sumatera.

Penamaan nama Pulau Sumatera berkembang seiring dengan makin banyaknya para pedagang datang ke pulau ini, baik pedagang Eropah maupun pedagang dari Timur Tengah. Dan bermunculanlah kota-kota yang menjadi tempat yang di datangi oleh para pedagang seperti Barus dan Palembang.

Penduduk

Sekarang Pulau Sumatera telah mengalami perkembangan dan pertumbuhan sedemikian rupa dimana kota-kota tersebar dari ujung utara hingga ujung selatan. Jalur jalan yang menghubungkan kota-kota di Pulau Sumatera ini dikenal dengan Lintas Sumatera.

Suku-suku yang mendiami pulau Sumatera terdiri dikenal sebagai bangsa atau ras Melayu, yang terbagi ke dalam beberapa suku. Suku-suku besar ialah Aceh, Batak, Melayu, Minangkabau, Besemah, Suku Rejang, Ogan, Komering, dan Lampung yang tersebar dari bagian utara hingga bagian selatan pulau Sumatera. Di bagian pesisir timur Sumatera pada  kota-kota besar seperti Medan, Palembang, dan Pekanbaru, banyak juga  bermukim etnis Tionghoa. Penduduk Sumatera pada umumnya bermata pencaharian sebagian besar sebagai petani, nelayan, dan pedagang.

Transportasi

Kota-kota yang ada di pulau Sumatera dihubungkan oleh jalur jalan yang dikenal dengan nama Lintas Sumatera. Lintas Sumatera dibagi menjadi tiga ruas jalan lintas, yakni lintas barat, lintas timur, dan lintas tengah, yang arahnya melintang dari barat laut - tenggara Sumatera. Selain itu terdapat pula ruas jalan  yang mempunya arah melintang dari barat - timur, seperti ruas Bengkulu - Palembang, Padang - Jambi, serta Padang - Medan.
Pulau Sumatera juga memiliki sarana transportasi darat lain yakni berupa jalur kereta api. Jalur kereta api ini sudah ada sejak jaman Belanda dan digunakan hingga sekarang. Memang ada beberapa jalur yang sudah tidak difungsikan lagi bahkan beberapa jalur sudah ada yang hilang. Pemerintah saat ini sudah mencanangkan menghidupkan kembali jalur-jalur batubara ini.
Di bagian utara Sumatera, jalur kereta api melintasi jalur rel dari kota Medan sampai ke kota Tebing Tinggi  hingga ke kota Rantauprapat yang banyak dimanfaatkan sebagai sarana pengangkutan kelapa sawit dan juga untuk mengangkut penumpang.
Di bagian tengah pulau Sumatera jalur kereta api yang ada hanya terdapat di Sumatera Barat. Jalur ini hanya ada dua jalur menghubungkan kota Padang dengan kota Pariaman dan jalur kota Padang dengan kota Sawah Lunto. Pada masa kolonial Belanda hingga tahun 2001, jalur Padang - Sawah Lunto adalah untuk pengangkutan batu bara yang cadangannya ada di daerah sawah Lunto. Batubara dari daerah ini terkenal dengan batubara kualitas bagus dan tinggi kalorinya. Tetapi semenjak cadangan batu bara di Ombilin mulai habis dan produksi batubara tinggal sedikit jalur rel keretaapi ini tidak berfungsi lagi. Namun pemerintah provinsi Sumatera Barat mengaktifkan kembali jalur ini sebagai jalur kereta wisata sejak akhir tahun 2006
Di bagian selatan pulau Sumatera jalur  rel kereta api dimulai dari pelabuhan Tarahan di Lampung hingga Lubuk Linggau dan Palembang  di Sumatera Selatan. Selain mengangkut penumpang, jalur ini dimanfaatkan untuk pengangkutan batubara yang ditambang di daerah Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Bahkan saat ini sudah dikembangkan hingga menjadi double track untuk memperbesar kapasitas angkut kereta api. Kereta api yang mengangkut batubara melewati jalur ini dikenal dengan kereta babaranjang.
Selain transportasi darat, untuk menghubungkan antar kota di pulau Sumaetra dengan kota lain bahkan ke pulai lain, pulau Sumatera juga memiliki bandara udara dan pelabuhan laut. Penerbangan internasional dilayani dari Banda Aceh dengan Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, kota Medan  dengan Bandar Udara Internasional Kuala Namu, kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau, dan kota Palembang  dengan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Selain bandara-bandara besar tersebut ada juga beberapa bandara perintis. Sedangkan pelabuhan kapal laut ada di Belawan (Medan), Teluk Bayur (Padang), dan Bakauheni (Lampung).


Geografis

Pulau Sumatera terletak di bagian barat gugusan kepulauan Nusantara. Pulau Sumatera mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut; di sebelah utara berbatasan dengan Teluk Benggala, di timur dengan Selat Malaka, di sebelah selatan dengan Selat Sunda, dan di sebelah barat dengan Samudra Hindia. Di bagian timur pulau, umumnya terdiri dari rawa yang dialiri oleh sungai-sungai besar yang bermuara di sana, antara lain Sungai Asahan (Sumatera Utara), Sungai Siak (Riau), Sungai Kampar, Sungai Inderagiri (Sumatera Barat, Riau), Sungai Batang Hari (Sumatera Barat, Jambi), Sungai Musi, Sungai Ogan, Sungai Lematang, Sungai Komering (Sumatera Selatan), dan Sungai Way Sekampung (Lampung). Sementara beberapa sungai yang bermuara ke pesisir barat pulau Sumatera diantaranya Sungai Batang Tarusan (Sumatera Barat), dan Sungai Ketahun (Bengkulu).
Di bagian barat pulau, terbentang pegunungan Bukit Barisan yang membujur dari barat laut ke arah tenggara dengan panjang lebih dari 1500 km. Sepanjang bukit barisan tersebut terdapat puluhan gunung, baik yang masih aktif maupun gunung berapi yang sudah tidak aktif, seperti Gunung Geureudong (Aceh), Gunung Sinabung (Sumatera Utara), Gunung Marapi dan Gunung Talang (Sumatera Barat), Gunung Kaba (Bengkulu), dan Gunung Kerinci (Sumatera Barat, Jambi). Salah satu gunung yang terkenal saat ini adalah Gunung Sinabung yang hampir tiap tahun meletus setelah beberapa ratus tahun tidur panjang.
Di pulau Sumatera juga terdapat beberapa danau, di antaranya Danau Laut Tawar (Aceh), Danau Toba (Sumatera Utara), Danau Singkarak, Danau Maninjau, Danau Diatas, Danau Dibawah, Danau Talang (Sumatera Barat), Danau Kerinci (Jambi) dan Danau Ranau (Lampung dan Sumatera Selatan).


Demikian sekilas mengenai Pulau Sumatera.